Ilustrasi

Ilustrasi



Rumah milik Sumardi (61), pensiunan PNS di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, diacak-acak maling. Pencuri menggasak satu unit sepeda motor, dua ponsel, sebuah cincin emas, dan uang tunai Rp 150.000 dari rumah korban.

"Saat olah TKP, kami menemukan sepeda pancal di belakang rumah korban. Kami belum tahu sepeda pancal itu milik siapa. Sepedanya kami amankan sebagai barang bukti," kata Kapolsek Srengat, Kompol Durrohman, Rabu (27/8/2019).

Peristiwa pencurian di rumah Sumardi terjadi pada Senin (26/8/2019). Saat itu, korban bersama istrinya, Jamiasri pergi ke rumah saudaranya yang masih satu desa. Jarak rumah korban dan rumah saudaranya sekitar 500 meter.

Sebelum pergi, korban tidak mengunci pintu belakang samping kiri rumahnya. Sepulang dari rumah saudaranya, korban hendak lewat pintu belakang samping kiri lagi.

Korban kaget, pintu itu tiba-tiba terkunci dari dalam. Korban lalu masuk lewat pintu samping lainnya. Sesampai di dalam, korban lebih kaget lagi karena kondisi kamar dan rumah acak-acakan.

Sepeda motor Honda Supra milik korban yang diparkir di dalam rumah juga tidak ada. Korban segera mengecek barang-barang berharga miliknya.

Polisi menemukan barang bukti sepeda pancal di halaman belakang rumah pensiunan PNS Blitar yang jadi korban pencurian. Ternyata dua buah ponsel, cincin emas, dan uang tunai Rp 150.000 milik korban juga hilang.

Korban segera melaporkan kasus pencurian itu ke Polsek Srengat.

Saat melakukan olah TKP, petugas Polsek Srengat menemukan sepeda pancal yang tergeletak di halaman belakang rumah korban.

Tetapi, polisi belum tahu siapa pemilik sepeda pancal itu. Sebab, korban menyatakan sepeda pancal itu bukan miliknya. Diduga sepeda pancal itu milik pelaku yang ditinggal di lokasi. "Masih kami selidiki, kami tidak tahu sepeda itu milik pelaku atau bukan," pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load