Ilustrasi

Ilustrasi



Satuan Reserse Narkoba Polres Blitar Kota mengamankan dua orang tersangka peredaran gelap narkotika jenis sabu. Keduanya adalah Subur Santoso (34) dan Rudi Muhamad Ali (24). Keduanya warga Dusun Krajan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, Subur yang berprofesi sebagai nelayan ditangkap terlebih dulu. Kepada petugas, Subur mengaku mengonsumsi sabu untuk menambah stamina saat bekerja.

"Saya belum lama mengonsumsi sabu-sabu. Biar lebih semangat saat cari ikan. Hasil tangkapannya biar lebih banyak," ungkap Subur.

Di hadapan petugas, Subur mengakui membeli SS dari tetangganya, Rudi Muhammad Ali (24). Biasanya beli satu paket SS seharga Rp 300.000. Satu paket SS itu bisa dipakai sebanyak empat kali.

"Saya memakainya saat hendak cari ikan. Saya cari ikan malam hari. Saya cari ikan dengan cara menyelam. Kalau tangkapan banyak, hasilnya bisa jutaan," ujarnya.

Tetapi apes, aksi Subur memakai SS itu diendus petugas Satnarkoba Polres Blitar Kota. Polisi menangkap Subur pada Rabu (28/8/2019). "Pertama  kami menangkap Subur. Setelah itu, kami kembangkan dan menangkap Rudi," kata Kasatnarkoba Polres Blitar Kota AKP Imron.

Imron mengatakan, polisi menyita barang bukti SS seberat 0,34 gram. Sedangkan dari Rudi, polisi menyita SS seberat 4,89 gram. "Barang bukti sabu-sabu yang kami sita dari Rudi posisinya dalam kemasan plastik kecil sebanyak 10 paket," katanya.

Polisi masih mengembangkan kasus itu untuk memburu pemasok SS. Polisi mendapat informasi bahwa Rudi mendapatkan SS dari seseorang dari wilayah Tulungagung. "Rudi mengaku mendapat pasokan sabu dari orang Tulungagung," ucapnya.


End of content

No more pages to load