Plt Wali Kota Blitar Santoso membuka Workshop Marketing Intellegence.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Plt Wali Kota Blitar Santoso membuka Workshop Marketing Intellegence.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)



Guna meningkatkan daya saing dan kualitas produk dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Pemkot Blitar melalui Dinas Penanaman Modal dan PTSP menggelar workshop Marketing Intellegence, Selasa (10/9/2019) di Balai Kusumowicitro, Jalan Sudanco Supriyadi, Kota Blitar.

Workshop ini diikuti oleh 90 pelaku UMKM dari berbagai sektor mulai dari sektor industri meliputi industri kayu, batik, makanan, minuman. Beberapa produk tersebut ikut dipamerkan dalam workshop ini, diantaranya lukisan dari cangkang telur, batik dan jajanan produk olahan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Blitar, Suhartono, mengatakan workshop ini digelar untuk memberikan informasi dan membantu pelaku usaha di Kota Blitar untuk memperkuat kualitas produksi dan meningkatkan pemasarannya.

“Khususnya bagi pengusaha yang masih baru supaya dapat menjajaki peluang pasar, sehingga mampu meningkatkan potensi produksi dan pemasaran melalui promosi yang efektif dan efisien,” ungkap Suhartono.

Sementara terkait tujuan dilaksanakannya workshop lanjut dia, supaya pelaku usaha dapat melakukan identifikasi pasar berdasarkan kebutuhan masyarakat. Serta pelaku usaha dapat melakukan kerjasama usaha dengan pelaku usaha di luar Kota Blitar.

”Sehingga pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha dengan meningkatkan kapasitas produksinya. Dan dengan strategi promosi yang efektif pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produknya,” sambung dia.

Dikatakannya, Dinas Penanaman Modal dan PTSP benar-benar berkomitmen meningkatkan daya saing pelaku dan produk UMKM di Kota Blitar. Pihaknya berjanji kedepan akan terus memfasilitas kebutuhan UMKM seperti memperluas pasar dan promosi.

“Kami akan memfasilitasi dengan menciptakan inovasi-inovasi untuk mengembangkan promosi dan kerjasama baru dengan pelaku usaha yang ada di Blitar Raya maupun di kota/kabupaten lain,” lanjutnya.

Sementara itu Plt Wali Kota Blitar, Santoso, mengatakan kegiatan ini digelar oleh Pemkot Blitar untuk menambah ilmu pelaku UMKM di Kota Blitar. Dalam workshop ini peserta diberikan ilmu dan wawasan bagaimana membranding produk, packaging dan mempromosikan produk-produknya agar lebih dikenal masyarakat luas.

“Disini akan dibahas bagaimana strategi pemasarannya agar terus berkembang.  Di era Revolusi Industri 4.0 ini pola managemen pelaku usaha harus menyesuaikan jaman dan kebutuhan masyarakat,” kata Santoso.

Santoso menambahkan, di era saat ini managemen produksi dan pemasaran tidak bisa sama dengan pasar tradisional.

”Kota Blitar harus mengikuti revolusi industry 4.0 agar bisa maju. Kota Blitar harus mengikuti pola pemasaran yang ada, kalau tidak kita akan tergilas oleh roda revolusi industry,” tandasnya.

Dalam pelatihan tersebut, Dinas Penanaman Modal dan PTSP mengundang sejumlah pihak sebagai mitra kerja sama sekaligus menjadi narasumber sesuai keahlian serta bidang masing-masing.

Plt Wali Kota menegaskan, pelatihan tersebut bertujuan agar pelaku usaha bisa naik kelas atau meningkatkan kualitas, kemampuan, hingga daya saing produknya. "Pesan saya kepada peserta, apa yang disampaikan narasumber benar-benar bisa diserap dan dipraktikkan ilmunya. Sehingga nanti bisa menambah nilai tambah usaha yang dilakukan,” pungkasnya.

Sementara itu M.Arief Budiman, salah satu narasumber dari P31 Daerah Istimewa Yogyakarta, menjelaskan pelaku UMKM harus berinovasi agar bisa membawa produknya menembus pasar regional, nasional dan internasional.

“Branding itu sebenarnya masalah kepercayaan. Bagaimana masyarakat itu bisa percaya dengan brand kita, apakah itu produk, service dan kalau bicara politik personal branding nya orang percaya atau tidak. Artinya branding itu kita menjanjikan sesuatu dan itu bisa diterima oleh masyarakat,” paparnya.

Dia menambahkan, saat ini banyak bermunculan situs-situs jual beli online yang menjanjikan kemudahan pemasaran produk pelaku UMKM. Namun menurut Arief, cara yang lebih sederhana bisa dilakukan pelaku UMKM yakni dengan menguasai media sosial.

“Kalau produknya bagus dan memiliki kepercayaan tinggi dari konsumen tentu produk itu akan memiliki tempat dan dibeli masyarakat secara nasional. Cukup dengan medsos, posting produk bagus itu, pelaku UMKM tidak perlu situs jual beli online dan tidak perlu toko, pasti produknya akan laku keras,” lanjutnya.(*)


End of content

No more pages to load