Ketua DPC PDIP Kota Blitar, dr Syahrul Alim.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Ketua DPC PDIP Kota Blitar, dr Syahrul Alim.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)


Editor

A Yahya


DPC PDIP Kota Blitar telah menuntaskan proses penjaringan bakal calon wali kota/wakil wali kota untuk Pilkada Kota Blitar 2020. Proses berikutnya ada di ranah DPP yang akan menentukan siapa kader yang akan diusung partai berlambang banteng moncong putih itu. Peluang kader lain untuk mendaftar lewat DPP pun masih terbuka.

"Proses penjaringannya saat ini sudah masuk ranah DPP. Siapa saja yang mau daftar bisa lewat DPP," kata Ketua DPC PDIP Kota Blitar, dr Syahrul Alim.

Dikatakanya, ada empat kader PDIP Kota Blitar yang mendaftar Pilwali 2010 lewat DPC PDIP. Mereka yakni Henry Pradipta Anwar, Santoso, Sugeng Praptono, dan Handoko. Syahrul pun memastikan DPC sudah menyerahkan berkas pendaftaran keempat kader itu ke DPD PDIP. DPD melakukan verifikasi berkas pendaftaran keempat kader itu. Selain itu, DPD juga melakukan penjaringan bakal calon wali kota untuk Pilwali Kota Blitar 2020.

Hasil penjaringan dari DPC dan DPD itu kemudian dikirim ke DPP. DPP juga akan melakukan penjaringan bakal calon wali kota Blitar. DPP yang akan memutuskan rekomendasi bakal calon yang diusung di Pilwali Kota Blitar 2020. "Sampai sekarang kami juga belum mendapat informasi dari DPD soal siapa saja yang mendaftar bakal calon wali kota Blitar lewat DPD. Kami juga belum tahu siapa yang akan mendapat rekom dari DPP," katanya.

Terpisah, Henry Pradipta Anwar optimistis akan mendapat rekomendasi maju dari DPP untuk berlaga di Pilwali Kota Blitar 2020. Putra Wali Kota Blitar nonaktif Samanhudi Anwar itu akan bertandem dengan Santoso.

Saat ini, Santoso menjabat sebagai Plt wali kota Blitar menggantikan posisi Samanhudi yang tersandung kasus dugaan suap oleh KPK. Proses hukum kasus Samanhudi masih tahap kasasi di Mahkamah Agung (MA). "Saya dan Pak Santoso optimis akan memperoleh rekom dari PDIP. Kami berdua sama-sama kader PDIP. Kami berdua juga didukung koalisi sejumlah partai di Kota Blitar," ujar Henry optimis.(*)


End of content

No more pages to load