Pelatihan masyarakat tahan bencana sukses digelar mahasiswa KKN Unisba di Desa Gadungan

Pelatihan masyarakat tahan bencana sukses digelar mahasiswa KKN Unisba di Desa Gadungan


Editor

Heryanto


Kecamatan Gandusari dalam sudut pandang potensinya memiliki banyak potensi, baik ekonomi, pariwisata, bahkan juga bencana yang timbul. Untuk itu, Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar dalam program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendukung ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.

KKN Unisba Blitar kelompok Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari memiliki banyak program ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana. Seluruh program itu sukses dilaksanakan diantaranya Sosialisasi dan mitigasi bencana alam serta pelatihan P3K pada 19 September 2019 kemarin.

“Kami berharap agar desa Gadungan dan Kecamatan Gandusari tetap aman, tidak terjadi musibah. Namun, dari sisi manajemen kita tetap mempelajari dan mengajarkan hal-hal yang perlu diketahui oleh masyarakat dalam kaitannya dengan bencana,” ungkap Dwi Ayu Damayanti, anggota KKN Unisba Blitar kelompok Desa Gadungan.

Dijelaskannya, Kegiatan ini mengajarkan edukasi pentingnya pertolongan pertama saat terjadinya kecelakaan (P3K) dan mitigasi bencana. Masyarakat diajarkan bagaimana memberikan pertolongan pertama dan merawat luka serta siaga dalam bencana atau melakukan mitigasi bencana. Bencana itu bisa dari gempa bumi, banjir dan gunung meletus.

"Pelatihan ini mengajarkan siswa mendapat edukasi seputar pertolongan pertama serta pelatihan dan kemampuan melatih dan memberi pertolongan pertama bagi korban bencana atau luka sesama temannya," paparnya.

Pasalnya, lanjut dia, masyarakat Desa Gadungan tersebut sangat perlu mendapat edukasi. Sebab di masyarakat minim pengetahuan terhadap pertolongan pertama untuk korban luka. Edukasi ini sangat penting karena Desa Gadungan berada tepat di lereng Gunung Kelud yang rawan dengan bencana lahar dingin, gempa dan tanah longsor.

“Diharapkan ilmu tersebut bisa diaplikasikan. Kami ingin masyarakat tumbuh jiwa sosial, membantu sesama lebih tertanam. Masyarakat di sini kami ajarkan bagaimana menggenali bencana, berikut cara mengatasi luka setidaknya untuk dirinya sendiri, keluarga dan teman sekitar,” paparnya.(*)


End of content

No more pages to load