Tim dari BPCB Jatim saat penggalian candi di Kel Gedog Kota Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Tim dari BPCB Jatim saat penggalian candi di Kel Gedog Kota Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)



Tim BPCB Trowulan, Mojokerto, mulai menggali beberapa titik di lokasi diduga tempat penemuan Candi Gedog, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Dari hasil penggalian awal, Tim BPCB memastikan di lokasi merupakan tempat bangunan kompleks percandian. "Ada dua titik yang kami gali hari ini, di sisi selatan dan utara. Dari hasil temuan awal, kami pastikan di sini merupakan bangunan candi," kata Ketua Tim Ekskavasi Candi Gedog dari BPCB Trowulan, Nugroho Harjo Lukito.

Nugroho mengatakan tim menemukan struktur bangunan mirip anak tangga di lokasi penggalian sisi utara. Bangunan anak tangga itu dari batu bata.

Menurutnya, anak tangga itu merupakan pintu masuk ke bangunan candi. Biasanya, setelah anak tangga akan ada halaman candi dan baru menuju ke bangunan utama candi.

"Di sisi utara indikasi ada anak tangga, masih asumsi awal karena runtuhannya tidak lebar. Ada pasangan bata yang di susun dengan bata tapi kondisinya tidak utuh. Di bawahnya ada dua lapis yang menyatu masih membentuk struktur (anak tangga)," katanya.

Sedangkan di lokasi penggalian sisi selatan, tim menemukan struktur bangunan candi dari bata bentuknya memanjang.

Dia memperkirakan bangunan struktur bata itu sebagai bagian tepi candi. Lokasi struktur bata itu berada di bawah saluran irigasi.

"Kami akan mencari struktur bata itu ke arah barat untuk mencari sudut yang mengarah ke utara. Dari situ akan diketahui separo dimensi luas bangunan candi," ujarnya.

Dia belum bisa memastikan bentuk bangunan candi. Tetapi, menurutnya, pada umumnya, bangunan candi membentuk segi empat. Sebagian ada yang berbentuk persegi panjang, tetapi mayoritas bangunan candi berbentuk bujur sangkar.

"Bangunan candi ada yang tunggal, ada yang memiliki perwara (bangunan kecil pelengkap percandian). Kalau di sini diduga kompleks percandian. Karena ditemukan tiga kepala kala di lokasi. Kepala kala biasanya diletakan di atas ambang pintu candi," katanya.

Dia menjelaskan, permukaan struktur bata yang ditemukan itu berada di kedalaman sekitar 1 meter dari tanah eksisting. Sedangkan, untuk kedalaman bangunan candi masih belum diketahui. Tim masih menggali sampai ke dasar bangunan candi. "Masih kami gali, perkiraan pada hari terakhir nanti akan banyak temuan," katanya.

Sebelumnya, Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, mulai melakukan ekskavasi di lokasi diduga penemuan situs Candi Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Rencananya, tim BPCB akan melakukan ekskavasi penyelamatan tahap awal selama lima hari.

Seperti diketahui, warga menemukan arca kepala kala di lahan jagung Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, awal September 2019.

Selain arca kepala kala, warga juga menemukan pondasi batu bata, batu dengan relief perempuan, batu kotak berukir, fragmen miniatur candi, dan batu berbentuk lumpang di lokasi.

Dari beberapa kompenen yang ditemukan itu, BPCB menduga kuat di lokasi dulunya merupakan kompleks bangunan percandian di era Majapahit. Hal itu berdasarkan tipologi batu bata yang ditemukan di lokasi.(*)


End of content

No more pages to load