Barata dan Ki Sabdo Pinandito menunjukkan sepatu yang membikin teror.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Barata dan Ki Sabdo Pinandito menunjukkan sepatu yang membikin teror.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Ini bukanlah plot film horor. Namun, satu keluarga di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar mendapat “teror” dari sosok tak dikenal yang diduga merupakan makhluk astral.

Barata, seorang musisi tinggal bersama kakak perempuan dan suaminya. Sekitar satu minggu yang lalu tepatnya Minggu (1/12/2019), Barata membeli sepatu di emperan jalan di salah satu sudut jalan Kota Blitar. Namun siapa sangka, pemilik sepatu itu tiba-tiba datang ke rumah Barata di Penataran, meminta sepatunya dikembalikan.

“Sepatunya masih bagus sekali, modelnya saya cocok. Akhirnya sepatu itu saya beli, saya bawa pulang dan saya cuci. Setelah itu saya taruh di kamar, saya kemudian tidur. Saat bangun saya kaget, dari depan jendela ada orang teriak-teriak, minta sepatu ini dikembalikan. ‘endi sepatuku, balekno sepatuku’ seperti itu ucapnya. Saya ingat-ingat lagi, jangan-jangan sepatu ini yang diminta,” ungkap Barata kepada BLITARTIMES, Sabtu (7/12/2019).

Awalnya Barata kurang menghiraukan kejadian yang baru dialaminya. Namun perlahan diirinya mulai ketakutan karena “si pemilik sepatu” mendatanginya lagi. Tak hanya dia, kakak perempuanya juga diteror oleh sosok tak dikenal itu.

“Sosok itu menampakkan diri mas, penampilanya rapi, dia bersepatu, memakai flannel, dan memakai topi. Keren penampilannya, tapi wajahnya pucat. Setelah menampakkan diri, sosok itu dalam hitungan detik langsung menghilang,” paparnya.

Semakin dihantui, Barata juga sempat melihat ada sosok kepala melayang-layang berwujud kepala bertaring saat bangun tidur. Merasa resah dan takut, Barata lekas menghubungi beberapa temannya. Akhirnya solusi datang dari seorang teman yang menyarankan untuk berkonsultasi kepada Kiai dan Paranormal.

“Saya mulai berpikir ini kejadian tak wajar, sharing dengan beberapa teman, kami menduga sepatu itu bekas punya orang yang mati tak wajar, kecelakaan. Akhirnya tepat tadi malam saya coba hubungi paranormal melalui perantara salah satu teman,” paparnya.

Paranormal muda dari Kota Blitar, Ki Sabdo Pinandito yang melakukan penerawangan dengan indra keenam berhasil melihat masa lalu sepatu itu. Menurut dia, sepatu itu adalah milik seorang pemuda yang sudah meninggal dunia. Pemuda itu diketahui meninggal tak wajar akibat gantung diri.

“Meninggalnya pemilik itu sudah lama, sekitar 4 tahun yang lalu. Dia mati gantung diri, setelah tahu pacarnya jalan dengan lelaki lain. Dia ambyar, patah hati, tidak siap dengan kondisi itu lalu milih mati dengan cara tak wajar. Saat gantung diri, sepatu ini dia pakai,” terang Ki Sabdo.

Menurut Ki Sabdo, berdasarkan penerawanganya pasca pemiliknya meninggal dunia, sepatu ini sudah berkali-kali berpindah tangan. Namun seluruh pemilik barunya bernasib sama, yakni mendapat teror dari “si pemilik asli” yang sudah mati.

“Yang melakukan teror dan menghantu-hantui itu adalah qorin. Kalau arwahnya sudah di alam kubur, itu qorin nya. Jadi manusia itu punya qorin yang mendampingi jiwa raga selama hidup di dunia. Qorin itu punya wujud dan sifat yang sama persis dengan manusianya,” jelasnya.

Ki Sabdo kemudian membuatkan penangkal agar sepatu itu tidak terus menghantui dan memberi teror.”Sudah saya buatkan penangkalnya. Insyaalah ini sudah aman dan qorin dari si pemilik sepatu itu tidak memberi teror lagi,” tegasnya.(*)