Sertifikasi dan serah terima pekerjaan Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) Tahun 2019 di Kantor Kel Sananwetan. (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Sertifikasi dan serah terima pekerjaan Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) Tahun 2019 di Kantor Kel Sananwetan. (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Program Kotaku yang dilaksanakan di Kota Blitar Bumi Bung Karno berjalan sukses. Kali ini, Tim Kotaku Kota Blitar bersama Dinas Perumahan Rakyat Kota Blitar melaksanakan sertifikasi dan serah terima pekerjaan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Tahun Anggaran 2019 Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Selasa (21/1/2020).

Serah terima hasil pekerjaan dan penandatanganan berita acara penerima program Kotaku dihadiri oleh Lurah Sananwetan Heru Sukotjo, Tim Satker PKPBM Kota Blitar, Askor Mandiri Kota Blitar Dedit Agung Dwi P, Dinas Perumahan Rakyat Kota Blitar dan Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Blitar.

Lurah Sananwetan Heru Sukotjo mengatakan, program Kotaku sangat pas diterapkan di kelurahan tersebut. Pada tahun 2019 kemarin, program Kotaku diperuntukkan untuk pembangunan yang mendukung program Masyarakat Berdaya Menuju Kota Pariwisata (Maya Juwita). 

Dengan anggaran Rp 1 miliar, Program Kotaku tahun lalu dipergunakan untuk pembangunan saluran air, pavingisasi, pembangunan trotoar di Jalan Moeradi, serta jalan lingkungan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kebonrojo.

“Melalui program Kotaku, infrastruktur pariwisata di Istana Gebang lebih tertata dengan baik. Ini selaras dengan program pengembangan wisata oleh Pemkot Blitar,” ungkap Heru kepada BlitarTIMES.

Heru menambahkan, program Kotaku adalah program yang sangat bagus sekali dan masih sangat dibutuhkan oleh Kota Blitar khususnya Kelurahan Sananwetan.

“Program ini masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya untuk mendorong terciptanya kebersihan. Untuk tahun ini jelas untuk Sananwetan masih dibutuhkan oleh lingkungan masyarakat yang lain, seperti di Lingkungan Bendil yang lingkungannya cukup kumuh. Harapan kami Kelurahan Sananwetan tahun ini bisa dapat lagi program Kotaku,” tegasnya.

Sementara itu Edi Wiyana selaku Ketua BKM Kusuma Harapan Kelurahan Sananwetan, mengatakan kategori kumuh sedang yang disematkan untuk Kelurahan Sananwetan dapat teratasi dengan adanya Program Kotaku. 

“Program Kotaku tahun 2019 di Sananwetan untuk mendukung program Maya Juwita. Yang berdampak disini adalah RW 08 di Lingkungan Istana Gebang dan RW 09 di sekitaran Kebonrojo. Wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut tentunya semakin merasa nyaman, begitupun dengan masyarakat sekitar,” paparnya.

Joko Pratomo selaku tim Pemkot Blitar yang ikut mendampingi Program Kotaku berharap program Kotaku di Kota Blitar ini dapat terus dilanjutkan. Program Kotaku dirasa masih dibutuhkan untuk mengatasi kekumuhan di beberapa wilayah Kota Blitar. 

Namun demikian Joko menegaskan, untuk Kota Blitar ini kekumuhan yang terjadi masih berada di taraf kumuh ringan.

“Kita di Kota Blitar masih memerlukan program Kotaku. Kami telah melaksanakan pendataan titik-titik kumuh di Kota Blitar. Titik-titik itu diantaranya kalau di Kepanjenkidul itu ada di Pasar Templek, kalau di Sukorejo ada di RW 2, RW 3 dan RW 6, dan di Sananwetan itu ada di sekitar Kebonrojo dan Istana Gebang dan kemudian di sekitaran Kali Lahar. Untuk kawasan yang membutuhkan program Kotaku nanti akan kita usulkan. Untuk Kota Blitar masuk kategori Kumuh Ringan,” pungkasnya.(*)