Paranormal Ki Sabdo Pinandito saat melakukan penerawangan di Blumbang Pacuh.(Foto : Aunur Rofiq/Blitar TIMES)
Paranormal Ki Sabdo Pinandito saat melakukan penerawangan di Blumbang Pacuh.(Foto : Aunur Rofiq/Blitar TIMES)

Berada di lereng Gunung Kelud membuat Kabupaten Blitar kaya potensi wisata. Salah satunya telaga atau Blumbang Pacuh yang terletak di Dusun Pacuh, Desa Penataran, Kabupaten Blitar. Blumbang ini merupakan sebuah telaga yang sekelilingnya ditumbuhi pepohonan karet bolu berukuran raksasa, tampak sedikit menyeramkan.

Dewasa ini, kawasan Blumbang Pacuh oleh pemerintah daerah Kabupaten Blitar difungsikan sebagai kawasan konservasi alam. Meskipun belum banyak wisatawan yang datang, kawasan ini merupakan surganya pemancing ikan. Banyak para pemancing yang senang memancing di Blumbang Pacuh ini.

Blumbang Pacuh ini sangat pas bagi anda yang ingin wisata relaksasi. Dikelilingi pohon-pohon besar berusia ratusan tahun, tempat ini sangat pas bagi anda yang ingin relaksasi mencari udara segar dan ketenangan.

Bagi anda yang ingin menuju ke lokasi Blumbang Pacuh, akses jalannya sangat mudah. Dari Kota Blitar, traveller bisa mengambil rute dari Makam Bung Karno. 

Agar cepat, traveller bisa mengambil akses jalan Blitar-Penataran, atau jalan menuju kawasan wisata Penataran. Setelah memasuki Desa Penataran, traveller bisa mengambil jalur menuju Dusun Pacuh, ambil jalan barat Kantor Desa Penataran ke utara. 

Setelah kurang lebih menempuh 2 kilometer, traveller akan sampai di telaga yang sejuk ini. Telaga ini berada di jalan menuju Kali Lahar Gunung Kelud. Yap, yang perlu diperhatikan adalah kondisi jalannya saat ini kurang baik, rusak akibat truk pasir. Oleh sebab itu traveller diimbau untuk berhati-hati apabila melakukan perjalanan kesana.

Oh iya, ada banyak kisah-kisah yang berkembang di masyarakat tentang Blumbang Pacuh ini. Selain dikenal angker, di tempat ini dulunya juga banyak dihuni oleh gerombolan kera. Bak hilang ditelan bumi, sekitar 25 tahun yang lalu gerombolan kera itu menghilang tanpa bekas. Banyak orang yang meyakini kera-kera itu adalah kera siluman. Namun benarkah demikian?

Fenomena ini menarik perhatian Paranormal Ki Sabdo Pinandito. Mendatangi Blumbang Pacuh dan melakukan penerawangan serta berkomunikasi dengan alam, Ki Sabdo berhasil mengungkap hilangnya pasukan kera dari Blumbang Pacuh itu.

“Kera-kera di sana (Blumbang Pacuh) itu bukan kera siluman, itu kera betulan cuma mereka ditumpangi oleh jin. Namun demikian mereka menghilangnya bukan hilang ke alam lain, tapi berpindah tempat. Banyak yang akhirnya pindah ke hutan area Gunung Kelud dan sebagian ke Gunung Kawi, ada juga yang ke Ngujang. Kera-kera itu pindah tempat karena perburuan, mereka diburu oleh manusia. Mereka pindah karena takut ditembak, ditangkap manusia, jadi jangan berasumsi berlebihan mereka itu kera siluman,” ungkap Ki Sabdo kepada BLITARTIMES.

Lebih lanjut, paranormal muda ini mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut menjaga ekosistem alam khususnya Blumbang Pacuh.

”Alam harus kita jaga, keseimbangan alam ini sangat penting agar tidak terjadi bencana alam. Jangan buru dan bunuh binatang liar, seperti dulu kera-kera di Blumbang Pacuh ini. Binatang di alam liar punya pering untuk ekosistem lingkungan, mereka ikut menciptakan keseimbangan agar alam tetap lestari,” tandasnya.(*)