Bupati Blitar Rijanto saat meresmikan embung kaligambir.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Bupati Blitar Rijanto saat meresmikan embung kaligambir.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Guna mendorong perkembangan pertanian hortikultura di Blitar Selatan, Bupati Blitar Rijanto meresmikan embung pertanian yang ada di Dusun Panggungpucung, Desa Kaligambir, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Rabu (12/2/2019).

Bupati hadir didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar Wawan Widianto beserta jajarannya, Muspika Kecamatan Panggungrejo, perwakilan Gapoktan Kabupaten Blitar, Mantri Tani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Blitar.

Pada Kesempatan tersebut, Bupati Blitar Rijanto mengatakan pembangunan embung pertanian di Desa Kaligambir, Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar ini merupakan salah satu bentuk komitmen dan apresiasi Pemerintah Daerah atas kerja keras masyarakat untuk mengembangkan pertanian hortikultura Blitar Selatan.

"Pembangunan embung di Blitar Selatan ke depan harus terus ditingkatkan demi memberikan kemudahan kepada para petani. Mengingat produksi komoditas hortikultura seperti cabai, melon dan bawang merah mayoritas berasal dari selatan, untuk itu Pemkab Blitar terus mendukung infrastruktur maupun kebutuhan para petani," kata Bupati Blitar Rijanto saat ditemui BLITARTIMES.

Menurutnya, Blitar Selatan yang dulunya dikenal sebagai kawasan yang tandus dan gersang dengan produk pertanian berupa palawija. Berkat kerja keras para petani saat ini Blitar Selatan berubah menjadi pertanian holtikultura seperti cabai, melon dan bawang merah dengan panen yang melimpah.

"Kita tahu bersama Blitar Selatan di musim kemarau masalah air sangat luar biasa, jangankan untuk pertanian untuk minum saja sulit. Padahal tanahnya sangat baik sekali untuk pertanian hortikultura, hanya permasalahannya di air itu. Oleh karena itu, di sini pemerintah hadir untuk mendampingi dan memberikan bantuan infrastruktur berupa embung pertanian," tegasnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut menambahkan, pihaknya berharap dengan adanya pembangunan embung bisa memacu semangat para petani supaya lebih eksis dan hasil produksi sektor pertanian semakin melimpah.

"Embung-embung ini nantinya berfungsi menampung air di musim hujan. Nanti pada saat musim kemarau para petani membutuhkan air embung inilah yang dimanfaatkan, dimana mbung ini bisa menampung 5000 kubik air," jelas Bupati.

Perlu diketahui, bahwa embung ini memiliki konstruksi yang simpel dan sangat praktis untuk menampung air hujan. Dengan konstruksi biomembran diperkirakan akan bisa bertahan hingga 10 tahun ke depan. Diharapkan dengan pembangunan embung-embung di kawasan minim pengairan dapat menunjang produktivitas pertanian di Kabupaten Blitar.(*)