Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Beberapa platform media sosial dan pesan daring menyebut jika plastik mampu menjadi objek penularan virus Corona. Dokter dan dunia medis pun membenarkan hal itu. Lantaran virus pada dasarnya memang dapat bertahan diberbagai objek, tanpa kecuali plastik.

Meski begitu, masyarakat tak perlu terlalu panik atau bahkan takut untuk memegang plastik dan berbagai objek lainnya. Karena penularan melalui plastik dapat dicegah melalui berbagai cara. Salah satunya adalah menerapkan pola hidup sehat.

Hal itu disampaikan Wakil Direktur RSSA Malang dr Syaifullah Asmiragani, yang menyebut jika pola hidup sehat akan mampu menangkal penyebaran virus corona. Dia pun selalu mengingatkan agar saat hendak makan terlebih dulu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

"Nggak perlu takut pegang plastik. Paling penting itu saat hendak makan cuci tangan," katanya.

Dia juga menyarankan agar kebiasaan menyentuh wajah tidak dilakukan lagi. Karena penularan virus corona dapat melalui mulut, hidung, bahkan mata yang tak sengaja disentuh tangan kotor. Itu sebabnya juga, masyarakat selalu ia imbau untuk mencuci tangan secara teratur.

"Tangan kan selalu pegang banyak objek. Kita nggak tahu barang yang kita sentuh tadi terpapar virus atau tidak. Maka kita harus selalu hidup bersih," imbuhnya.

Upaya pencegahan lain menurutnya adalah dengan berolahraga dan istirahat cukup. Untuk sementara waktu juga agar menghindari kerumunan demi mengurangi penularan. Dia pun sangat berharap masyarakat tak takut berlebihan.

Karena virus corona tak lebih mematikan dari beragam penyakit lainnya. Bahkan, angka kematian Demam Berdarah di Indonesia jauh lebih tinggi dibanding virus corona. Namun, yang perlu diwaspadai dari virus corona adalah pada penyebarannya yang berlangsung cepat.

"Jangan terlalu takut dan panik. Paling penting itu tadi, pola hidup sehat dan menjaga higienitas diri," terang Syaifullah.