Grup Facebook (Foto:  The Hacker News)
Grup Facebook (Foto: The Hacker News)

Istilah pelakor tentunya sudah tak asing lagi.  Kata tersebut seakan menjadi momok bagi para wanita yang takut jika pasangannya direbut oleh wanita lain.  

Namun siapa sangka, kini justru ada wadah yang bisa menampung keluh kesah wanita yang mungkin merasa rumah tangganya diganggu pelakor.  

Baca Juga : Aliansi Pekerja Seni Teropan Minta Pemerintah Buat SOP Hajatan

 

Kini di Facebook diketahui ada sebuah komunitas yakni ‘Komunitas Pelakor Indonesia’.  

Tak ayal munculnya komunitas tersebut langsung menjadi viral.  Lantas apa sih Komunitas Pelakor Indonesia itu?  

Jika dikutip melalui profil akun dituliskan Komunitas Pelakor Indonesia merupakan wadah untuk mencurahkan isi hati tentang pelakor dan mengunggah foto pelakor.  

"Grup ini adalah ajang silaturahmi untuk para madu dan pembenci pelakor... silakan baku hantam di sini asal tidak rasis. Dilarang keras mengunggah gambar gambar tidak senonoh, dilarang ber iklan, dilarang berpolitik,dilarang hoax dan di larang menebar berita bohong,, Apabila ada status dan gambar yg tidak berkenan di hati kalian shilakan laporkan ke admin, akan kami delete permanen dan di kluarkan dari anggota group secara tidak hormat.... terimakasih. NB... akun fake dilarang masuk," tulis keterangan dalam profil akun grup tersebut.  

Image
Foto: Facebook

Saat ditelusuri, admin sekaligus pendiri grup tersebut bernama Ratih Ayu Pramudita.  

Ia lantas menjelaskan maksud di balik dibuatnya grup tersebut.  

"Grup ini cuma curahan hari para wanita yang dimadu. Tapi sekarang sudah dimasuki oleh wanita yang menjadi korban pelakor," ujar Ratih.  

Baca Juga : Lewat Stiker, Cipta Karya Ikut Imbau Masyarakat Agar Patuh Protokol Kesehatan

 

Lebih lanjut, Ratih mengatakan jika saat ini kondisi grup tengah ramai dan ribut.  

Ia lantas mengungkapkan alasan mengapa ia membuat grup ini.  

"Saya merasa prihatin lihat banyak orang yang nikah siri tapi sama sekali tak diharagi," ujarnya.

Dikatakan Ratih, grup tersebut dibuat sejak tahun 2016 lalu.  

Namun baru dipublikasikan satu tahun lalu.