Tangkapan layar video warga aksi di depan gedung ruang kerja anggota DPRD Jombang. (istimewa)
Tangkapan layar video warga aksi di depan gedung ruang kerja anggota DPRD Jombang. (istimewa)

Beredar video dan foto sekelompok warga menggelar aksi di depan gedung DPRD Jombang. Aksi tersebut berkaitan dengan adanya kegiatan kunjungan kerja (kunker) anggota dewan ke luar daerah.

Video berdurasi 11 detik itu beredar di sejumlah grup WhatsApp (WA) pada Jumat (26/6/2020) pagi. Di dalam video tersebut, terlihat belasan warga yang seluruhnya laki-laki sedang berdiri di tepi jalan Otto Iskandardinata, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang.

Baca Juga : Viral Nelayan yang Tangkap Ikan Pari Air Tawar Raksasa di Sumsel, Lihat Penampakannya!

Belasan warga tersebut terlihat membentangkan dua buah banner berukuran kurang lebih 2x1 meter (m). Mereka berdiri tepat di depan gerbang gedung ruang kerja anggota DPRD Jombang, atau ruang kerja anggota Komisi. Selain video, foto-foto aksi tersebut juga tersebar di berbagai grup WA. 

Tidak ada percakapan yang menerangkan tujuan aksi belasan warga di dalam video itu. Hanya saja, aksi tersebut menyiratkan pesan soal kegiatan kunker para anggota dewan. Hal tersebut terlihat pada isi tulisan pada kedua banner itu.

"Kenapa Memang Kalau Anggota Dewan Melakukan Kunjungan Kerja. Kalau Kalian Pingin Daftaro Waktu Pileg Nanti," begitu kalimat pada dua banner yang dibentangkan oleh belasan warga di dalam video itu.

Pada banner tersebut juga tertulis nama dari kelompok yang melakukan aksi, yaitu Aliansi Masyarakat Anti Resek, Pecinta Kebersamaan dan Ketentraman. Nama kelompok tersebut ditulis dengan warna merah.

Belum diketahui aksi tersebut dilakukan oleh siapa atau dari kelompok mana. Dari informasi yang diperoleh wartawan, aksi warga tersebut terjadi pada Kamis (25/6/2020) sekitar pukul 20.00 WIB. 

Ketua DPRD Kabupaten Jombang Mas'ud Zuremi mengatakan, dirinya baru mengetahui video dan foto aksi warga tersebut pada dini hari tadi menjelang salat subuh. Ia tidak mengetahui betul siapa yang melakukan dan apa motifnya.

Baca Juga : Kabar Duka! Bintang Iklan Legendaris RCTI Oke Meninggal Dunia

"Sampai hari ini pun saya tidak tahu itu siapa yang membuat, siap orangnya, dari kelompok apa. Ini saya betul-betul menyesalkan kok sampai ada tulisan itu," terangnya saat ditemui di gedung DPRD Jombang, Jumat (26/6/2020) pagi tadi.

Mas'ud mengkhawatirkan, kalau aksi sekelompok warga tersebut akan membentuk opini publik. Ia tidak mau dinilai kalau aksi itu dianggap setingan para oknum anggota dewan. Untuk itu, ia akan melacak siapa di balik aksi tersebut.

"Saya berharap jangan punya desain seperti itu lah. Masak DPR mendesain seperti itu, kan sangat buruk sekali. Makanya itu saya minta informasi seakurat mungkin. Kemudian mungkin kalau itu ada dari salah satu anggota dewan, tanda kutip ya, itu pasti akan kami panggil dan kami beri teguran yang keras," pungkasnya.